Jumat, 10 Februari 2017

HATI-HATI DI LIFT RUMAH SAKIT

Cerita "sedikit horor" ini dialami nenek-nenek tetangga saya kemarin. Dia bermaksud menggantikan anaknya, menjaga adiknya yang  dirawat di ICCU RSUD Minggu. Tiba di RS menjelang Maghrib, disarankan Satpam agar naik lift ke Lt-3. Bingung sih, tp akhirnya dia masuk lift yg ditunjuk. 
Lift bergerak naik, sekejap sudah berada di Lantai 8. Masuk banyak orang sehingga lift penuh sesak. Lift pun bergerak turun, tak lama sudah sampai basement. Si nenek bingung, tanya lagi pada Satpam. Rupanya dia lupa memencet tujuannya di Lt 3. Maka hati-hatilah kalau masuk  lift RS. Xixixi

Senin, 06 Februari 2017

WAWANCARA CALON DOKTER

Ketika menunggu istri opname di RS pertengahan tahun lalu, seorang calon dokter (Cadok) bertanya pada saya:

"Apakah Bapak merokok?" tanya Cadok.
"Pernah, tapi terakhir 23 th lalu", jawab saya.
"Apakah Bapak pernah nyuntik?"
"Pernah!". 

 Saya melihat Cadok kaget dan langsung menatap lekat ke mata saya.
" Sejak kapan?" 
"Sejak kecil".
" Apakah sekarang masih?"
"Kadang-kadang".

Cadok sekali lagi menatap mata saya, lalu beralih menatap temannya. 

"Terima kasih Pak", ujarnya meninggalkan saya.

Saya gak bisa menebak apa yang difikirkan Cadok tentang saya? Entah apa persepsinya tentang "nyuntik?" Tapi saya merasa telah bicara apa adanya.

Sejak kecil, kalau sakit saya pergi ke Mantri (di kampung tak ada dokter). Biasanya Mantri selalu menyuntik punggung saya. Sekarang pun kalau sakit, kadang saya ke Hurus Diyanto, dokter dekat rumah. Seperti saya alami kemarin, Hurus bilang: "Disuntik ya Bang" dan dia pun menyuntik punggung saya.

Rabu, 21 Desember 2016

ANJURAN BOS DI HARI IBU

Bagio termasuk lelaki sangat sayang istri. Maka di hari ibu ia kumpulin semua karyawannya yang laki-laki untuk dinasehati agar menyayangi istri. "Istrimu adalah ibu dari anak-anakmu, maka janganlah hatinya disakiti. Sukses kariermu tak mungkin tanpa peran istri. Contohnya saya, bisa seperti ini karena ada istri yang mendampingi. Maka setiap pagi saya selalu peluk istri", ujarnya sambil tertawa renyah. Seisi ruangan ikut tertawa.

tipsbejoblogspot
Tapi Bagio melihat ada seorang karyawan bernama Dani, sepertinya enggan tertawa. 
"Kenapa Anda seperti kurang gairah?" tanya Bos.
"Gak enak badan Bos", jawab Dani agak gugup. 
"Apakah Anda sudah memeluk istri pagi ini?' si Bos menggoda.
"Be... be.. Belum Bos",  Dani mulai makin gugup. Semua orang mentertawakannya.
Dengan bijak Bos mendekati Dani. "Sekarang Anda pulang. Peluklah istri biar kamu bisa selalu bergairah seperti saya!' ujar Bos menasehati.

Dani takut membantah. Dia buru-buru meninggalkan ruangan. Bingung pergi kemana karena di usia hampir kepala empat, dia belum punya istri. Dani ingat kata-kata Bos; "Peluklah istri biar bergairah seperti saya".  Maka pelan-pelan dia menjalankan kenderaan menuju rumah Bos, menemui istri Bosnya agar dia bisa bergairah seperti Bos.

Minggu, 18 Desember 2016

BAGIO, PLAYBOY KAMBUH

Bagio sumringah menerima undangan pelantikan teman sekolahnya yang terpilih menjadi Bupati. "Bisa nostalgila", gumamnya sambil senyum. Kebetulan teman tersebut, Nuridin adalah teman playboynya semasa SMA dan sekaligus teman kuliahnya di Bandung.

Ketika sesi foto Bagio kaget melihat seorang cewek manis tersenyum padanya. "Rasanya pernah kenal?" fikirnya. Si cewek menghampiri: "Mas Bagio lupa ya? Maklum playboy gampang lupa!" goda si cewek. Naluri playboy Bagio bergelora, teringat prinsip yang pernah digelutinya di masa muda: "Janganlah kesempatan seperti ini disia-sia!", fikirnya. Bagio membalas senyum si cewek: "Ngak lupa kok!" ujarnya gak yakin.

Lepas sesi foto, Bagio menggamit si cewek, mengajak ngomong berdua. Mereka memilih teras Balai Kota yang agak lengang. "Maaf, maklum sudah tua dan lama gak ketemu teman-teman SMA, saya banyak lupa", ujar Bagio membuka pembicaraan.

"Paham! Maklum playboy yang digilai banyak wanita, gak mungki ingat orang seperti saya.", ujar si cewek manja. "Saya Mita, Mas!"


JPPN
Bagio mencoba mengingat semua temannya semasa SMA. "Kalau cewek cantik mana mungkin saya lupa!" gumamnya. Ada Nia yang centil; Maria yang bahenol; Marni yang agresif; Anita yang imut; Irna yang gak negbosanin; Ade yang baper; Euis yang hangat. Semua cewek tersebut pernah dikencaninya. "Rasanya gak ada yang nama Mita?" gumamnya. Tapi dasar playboy otaknya mulai konslet. "Masa bodohlah dulu gak ada nama Mita. Sekarang sudah di depan dada, jangan ada kesempatan sia-sia!" fikirnya.

"Mit, menurut kamu apakah saya di SMA dulu bodoh?"
"Ah Mas Bagio kan selalu juara kelas!"
"Maksud saya, bodoh gak ingat ada cewek secantik kamu".
"Soalnya Mas Bagio sibuk dengan gebetannya yang gonta gati itu!"
"Tapi kamu?"
"Ya Mas, saya kan Sumita, teman sebangku Mas Bagio di Kelas 2"

Bagio pingsan!!!

Jumat, 28 Oktober 2016

PERCAKAPAN SUAMI ISTRI PAGI HARI

Sambil menyeruput kopi seduhan istrinya, si suami membuka rayuan gombal pagi hari. "Dik, sudah lima tahun kita menikah, Abang lihat adik nggak berubah", ujarnya.

mythoughtslifenote
Si Istri menatap serius wajah suaminya. "Bagaimana mungkin bisa berubah Bang, dari dulu sampai hari ini dasternya hanya yang ini saja", ujarnya ketus.

Suami tersipu karena memang belum pernah membeli baju istrinya.

Melihat suaminya hanya senyum saja, si istri makin berani. "Dulu ketika pacaran, Abang sering mengajak adik ke tempat wisata. Kenapa setelah menikah kita nggak pernah kemana-mana?" tanyanya sinis.


Sambil bangkit suami bersungut: "Ah, adik kan sudah tahu masih bertanya juga? Kita kan nikah karena jodoh dan  jodoh itu memang gak kemana?"

Rabu, 26 Oktober 2016

CAGUB DKI JAKARTA

Kemarin saya mendengar "diskusi seru" tentang Calo Gubernur (Cagub) DKI Jakarta di Commuter Line. Saking serunya, diskusi berlangsung dari Pasar Minggu hinga Stasiun Duri. 

"Jakarta itu perlu Gubernur tegas yang berani menutup tempat maksiat!" ujar pria gemuk penuh semangat. 

"Nggaklah, kalau saya suka Gubernur yang muda dan ganteng", timpal cewek di sebelahnya sambil senyum.

Sambil melangkah turun saya tersenyum sendiri. Teringat  Bondan, tetangga saya yang  muda dan ganteng, security sebuah diskotik di daerah Mangga Dua, Jakarta Barat. Dia pernah cerita, tiap malam baru boleh pulang setelah  "berani" menutup seluruh pintu dan jendela diskotik tersebut!

Minggu, 12 Juni 2016

GOADAAN PUASA SUAMI SETIA

Sebagai suami  setia, Anto selalu pulang  tepat waktu. Apalagi di bulan puasa, dia selalu buka puasa bersama istri di rumah. Tapi hari ini hingga malam, Anto belum juga pulang, membaut istrinya cemas dan  menelon. Pada panggilan ke-12 baru dia angkat.

"Mi,  tadi papi mau pulang, eh datang sales asuransi ke ruangan. Gak enak,  terpaksa papi terima sekedar basa-basi", Anto berusaha menjelaskan dengan hati-hati.

"Terus ..."

"Ya, orangnya  cerdas, tapi papi gak tergoda meski dia kelihatan manis. Papi suruh dia datang lain kali aja karena sudah waktu harus pulang".

"Kok gak langsung pulang?"

"Nah itu Mi, tiba-tiba dia pingsan. Papi jadi panik karena karyawan lain sudah semuanya pulang".

"Terus apa yang Papi lakukan?"

"Ya, paling Papi bisa kipasin aja mukanya agar siuman. Papi kan puasa, jadi gak mungkin melalukan seperti petunjuk PPPK yang pernah Papi dapat ketika kuliah".

"Memang kalau petunjuk PPPK  bagaimana?"

"Kalau orang pingsan, seharusnya semua pakaiannya dilonggarkan agar nafasnya bisa lega. BH dan ikat pinggang harus dilonggarkan, lalu diberi napas buatan".

"Alhamdulillah papi gak melakukan seperti itu!!!"

"Persoalannya, sudah dikipasin lama dia gak siuman juga".

"Lalu?"

"Di teve terdengar azan maghrib, papi buka puasa".

"Setelah itu?"

"Papi kan gak puasa lagi!!!"